Home / Sejarah / Era Reformasi

Era Reformasi

Dalam sejarah gereja, kejadian-kejadian dengan buku-buku sering memainkan peran yang penting. Misalnya di era reformasi. Calvijn tidak puas dengan hanya mengutus orang-orang untuk memberitakan Injil di Prancis. Dia juga mengirimkan buku-buku. Dengan demikian, dalam tahun-tahun itu kota Jenewa menjadi pusat produksi buku-buku teologi reformed. Dalam abad-abad kemudian sudah dihitung-hitung bahwa dalam periode 1536-1573 telah terbit tidak kurang dari 745 judul baru di Jenewa. Di zaman itu, Jenewa dapat dikata hanyalah kota kecil dengan hanya sekitar 18.000 penduduk. Meskipun begitu di situ terdapat kira-kira 30 percetakan yang bekerja aktif dengan kapasitas-produksi bersama yang diperkirakan mencapai 300.000 buku per tahun!

 

Dengan diam-diam ribuan buku itu dapat sampai di Prancis. Berpuluh-puluh penginjil berjalan berkeliling dengan membawa buku-buku itu dari desa ke desa, sambil memberitakan Injil. Dan kalau mereka melanjutkan perjalanan ke desa selanjutnya, tidak lupa mereka meninggalkan beberapa buku-buku. Dan itulah yang menjadi sahabat-sahabat yang setia bagi penduduk desa itu, sahabat yang tidak meninggalkan mereka.

 

Selain jumlah buku yang sungguh mengesankan itu, masih ada dua hal yang sangat mencolok. Pertama-tama bahasa yang dipakai dalam buku-buku itu. Sebagian adalah bahasa Latin, yang merupakan bahasa ilmiah di zaman itu. Tetapi di samping itu banyak juga buku yang ditulis atau diterjemahkan dalam bahasa Prancis, yaitu bahasa pergaulan di kalangan umum. Dan buku-buku itulah yang pertama-tama ditujukan kepada mereka. Kepada orang-orang percaya di kalangan umum, yang tinggal di desa-desa dan kota-kota di Prancis.

 

Yang kedua ialah isi buku-buku itu. Yang pasti ialah bahwa buku-buku itu bukan hanya semacam surat selabaran. Di antaranya terdapat buku-buku tebal yang sangat bermutu! Salah satu di antara yang paling laku berjudul Institusi karangan Calvijn. Meskipun terbitannya yang pertama masih kurang lengkap dibandingkan dengan edisi yang terakhir, tetapi bahannya sama sekali tidak dangkal! Yang menarik ialah bahwa di antara semua buku yang disebarluaskan itu, buku karangan Calvijn itu telah disebut secara eksplisit di dalam salah satu keputusan pemerintahan yang Katolik Roma yang menentang buku-buku evangelis itu. Dan dalam tahun 1544, buku Institusi karangan Calvijn dan buku Loci karangan Melanchton (yang juga merupakan karya standar dogmatis yang ilmiah di zaman itu), dibakar di depan umum secara demonstratif di alun-alun Paris. Hal itu pasti tidak akan terjadi andaikata buku-buku itu tidak sangat laris dan tidak berpengaruh terhadap rakyat!

 

Aksi-aksi pembakaran seperti itu terjadi di mana-mana. Banyak penginjil pembawa buku-buku itu, dan juga penginjil lainnya, dirtangkapi, disiksa dan dibunuh. Tetapi di rumah-rumah penduduk, banyak buku disembunyikan dengan aman dan rapi, sehingga luput dari jangkauan dewan inkuisisi (pengadilan agama Katolik Roma).

Buku-buku itu adalah sahabat-sahabat yang tidak pernah pergi, dan yang tetap berbicara tentang Injil Yesus Kristus!