Home
Column: Dosa melawan Roh Kudus. Matius 12:31-32
Datum: 1-03-2010
Auteur: Jan de Vries
Dosa ini disebut dosa yang tidak dapat diampuni. Hal ini juga diterangkan di Markus 3 dan Lukas 12. Ada orang yang berpendapat, bahwa dosa ini juga disebut di Ibrani 6 dan 10 dan di I Yohanes 5. Tetapi ini tidak tepat.
Kabar Firman ialah: bertobatlah, supaya Tuhan mengampuni. Apakah mungkin bahwa dosa ini dikecualikan?
Pada waktu Tuhan Yesus mulai bertugas orang heran. Ia menerangkan Firman Tuhan lain daripada orang Farisi. Ia mengadakan mujizat banyak. Ia menekankan kasih karunia Allah, sedangkan orang Farisi menekankan pelaksanaan hukum Tuhan.
Pada hari Sabat Yesus telah menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya (Matius 12:9-15a). Penyembuhan ini pada hari Sabat tidak diizinkan menurut aturan-aturan orang Farisi. Itulah sebanya mereka besekongkol untuk membunuh Yesus. Lalu Yesus menyingkir dari sana.
Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan; orang itu buta dan bisu, lalu Yesus meyembuhkannya (Matius 12:22). Demikianlah Ia membuktikan, bahwa kerajaan Allah telah datang melalui Yesus.
Orang banyak mengatakan: "Ia ini agaknya Anak Daud". Atas nama Tuhan nabi Natan telah berjanji kepada raja Daud: Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya (II Samuel 7:16). Sejak zaman itu nabi-nabi lain bernubuat tentang seorang raja yang luar biasa dari keluarga Daud: sang Mesias.
Orang yang menyaksikan bahwa orang buta dan bisu itu disembuhkan Yesus mulai berpikir: Apakah Yesus adalah Anak Daud yang dijanji itu? Yaitu Mesias? Ternyata mereka belum yakin betul-betul. Dan pasti juga ada yang pikir: tidak mungkin. Karena Yesus tidak bertindak seperti seorang raja.
Yesus mengatakan bahwa mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia akan diampuni (Matius 12:32). Karena pada waktu itu Yesus belum menyelesaikan tugas-Nya. Ia masih harus menderita, mati, bangkit dan naik ke surga. Orang yang belum yakin, bahwa Ialah Mesias, akan diampuni pada waktu itu. (Sesudah Hari Pentakosta tidak ada pengampunan lagi bagi orang yang tidak mau mengaku bahwa Yesus adalah Mesias.)
Dosa melawan Roh Kudus dilaksanakan oleh orang Farisi. Menurut mereka, Yesus tidak mengusir setan dengan bantuan Allah, melainkan dengan bantuan setan. Tetapi jelaslah, bahwa Allah bekerja melalui Yesus dan bahwa Ia dipimpin oleh Roh Allah, Roh Kudus. Inilah jelas bagi orang Farisi.
Jikalau mereka belum mengaku, bahwa Yesus adalah Mesias, dosa ini diampuni. Tetapi tuduhan, bahwa Yesus dibantu oleh setan, tidak diampuni. Mereka harus bertobat dulu dari dosa ini. Jika mereka tidak mau bertobat, mereka tidak akan masuk Kerajaan Allah. Mereka akan binasa untuk kekal.
Jadi Yesus menasihati mereka: bertobatlah dari dosa ini. Mereka harus mengaku: kami salah. Mereka harus mengaku bahwa Yesus dibantu oleh Roh Allah. Kalau mereka berbuat demikian, dosa melawan Roh Kudus diampuni.
Setiap dosa yang diakui di hadapan Allah selalu akan diampuni. Juga dosa melawan Roh Kudus yang dilaksanakan oleh orang Farisi. Hanya orang yang tidak mau bertobat: dosanya tidak diampuni.
J.B.K. de Vries
1975-1988 misionaris di Kaisah dan di Kouh, Papua
